Sunday, October 7, 2007

KOMITMEN

Memang susah memegang dan menjaga suatu komitmen

Tapi ya..namanya juga komitmen….

Mungkin lebih susah menjaga komitmen pada diri sendiri dibandingkan dengan mejaga komitmen pada orang lain atau banyak orang, namun tentu saja hal tersebut ialah pendapat saya. Mungkin pendapat Anda berbeda.

Mengapa saya berkata seperti itu? Karena menurut saya, secara tak langsung kita mencintai diri kita sendiri. Seperti komitmen terhadap diri sendiri yang dilanggar oleh diri sendiri karena pemanjaan (bahasa yang aneh-red) dari diri sendiri, seperti pengelakkan kecil. Contoh kasus yang saya temui misalnya rokok dan perokok. Suatu saat saya berjanji tidak akan merokok lagi karena itu tidak sehat bagi tubuh saya, namun di suatu titik saya menjadi lemah, komitmen rokok saya yang sudah saya pegang teguh selama 4 tahun ternyata dapat runtuh hanya dalam satu menit. Kata diri saya saat itu ‘tak apa Cuma sebatang, cuma sekali ini saja, Cuma buat ngilangin stress. Gak akan mati dah gw’ lalu setelah pikiran ikut termanjakan, mengebullah asap dari rokok. Diri ini berkata lagi ‘gw komitmen kok, Cuma sekali, bener deh’. Dan fakta terlucunya….setelah habis setengah batang…dada saya mulai sakit…saya tersenyum sendiri, dengan senyuman manis saya matikan rokok yang masih setengah. Entah mengapa…pikiran yang semenit mengacaukan pola yang terpatri selama 4 tahun dengan nama komitmen. Manja sekali ya diri ini.

Komitmen pada orang lain lebih mudah terjaga, karena ada rasa ingn membuat orang lain bahagia, ingin menjaga perasaan orang, dan menunjukkan kualitas diri ini terhadap orang lain. Terlebih lagi ada orang2 yang selalu mengingatkan diri ini terhadap komitmen tersebut, mungkin karena memang menyangkut dirinya atau tidak.