Terima kasih
Untuk semua tanda tanya yang menganga
Untuk semua mata yang menatap hina
Untuk semua detik yang menari ria
Untuk semua rasa yang ada
Untuk semua sepi yang hampa
Terima kasih
Waktu
Tak pelak pula kutampis semua curiga
Tak kuasa jua aku menentukan asa
Berhembuslah waktu
Khianatilah aku
Atau
Kau biarkan saja aku bergelimangan senang
Tanpa menatap ke depan
Tak memperhatikan mata harimau menatap tajam
Tak mempedulikan kukunya yang siap mencakar
Malam
Malam...jangan lagi kau khianati aku dengan sepimu
Jangan lagi kau biarkan aku membuka belenggu nafsuku
Jangan lagi kau racaukan otakku
Karena aku hanya akan menyakiti Cintaku
Malam...biarkan aku menemanimu dalam temaram
Biarkan saja aku termanggu menunggu matinya hatiku
Kan kukuburkan ia di relung hati terdalam
Sedalam rasa cinta ini menghanyutkan diriku
Malam..telan aku dalam sepimu
Jangan biarkan aku mencari langit birumu
Jauhkan celah mu
Peluk aku dalam jubah kelammu
Malam! Jangan kau curi rakus ilusiku
Malam! Jangan kau tampar hambar aku dengan egomu
Malam! Jangan kau khianati aku
Malam! Tetaplah bersamaku
Malam...teman ataukah lawan?
Badai
Gemuruh di dada ini tak tertahankan lagi
Bahkan sunyi pun tertunduk olehnya
Ia mengamuk bagaikan badai
Menenggelamkan semua yang ada
Tanya pun menggantung di bibir
’Dapatkah kau menenggelamkan rasa ini’
Belum juga jawab mengalir
Terhenyak sadarku oleh bau anyir
Darah mengalir, sadar menghilang
Nafas mengambang, jiwa melayang
No comments:
Post a Comment