Suatu saat mungkin akan mengerti kenapa dan bagaimana atau pun apa.
Hal itu kulakukan dengan pertimbangan masak2. aku tahu dampaknya, namun yang aku tak terlalu mengerti ialah teknisnya. Aku bagaikan seorang pilot yang baru berpengalaman 4 tahun, namun mencoba menerbangkan sebuah pesawat (yang sebelumnya belum pernah aku terbangkan) dengan hanya menguasai teorinya tanpa teknisnya.
Maaf jika kata2 ini tak pernah terasa bersatu, namun inilah yang terjadi semua kata2 itu terbang, melesat, mengendap, berjalan bahkan merangkak datar di dalam otakku.
Menujukkan kelemahan itulah yang juga membuat manusia terasa sebagai manusia bukan nabi ataupun Allah swt.
Aku hanya seorang aku, jika aku mengikat seseorang dalam sistemku maka aku akan menunjukkan semua kelemahan ku padanya, sehingga ia mengetahui aku seluruhnya. Walaupun pada akhirnya ia tak mengerti, toh tak mengapa. Untuk ingin dimengerti, kita harus bisa dan mau mengerti. Mungkin aku yang selama ini tak mau mengerti. Aku memang masih berteman dengan egoku, karena dia selalu melindungiku dari serangan-serangan itu.
Kata-kata hanya akan menjadi kata-kata jika tak ada tindakan, itulah kata-kata. Oleh karena itu saat kau mencari, menemukan, dan menangkapnya, kau jangan lupa untuk menggunakannnya dengan cara bertindak. Sehingga kata-kata tidak hanya sebagai kata-kata.
Aku memang pandai memaknai makna namun aku lemah dalam bertindak.
Namun dari semua hal itu, aku ialah aku. Aku yang juga sedang berusaha sehingga aku menginginkan membaginya kepada kalian sehingga kita dapat berjuang bersama dan saling berbagi, aku bukan master atau guru. Aku juga seorang manusia yang sedang melawan semua kata-kata yang aku keluarkan. Mungkin ada saat kalian akan berkata kepada ku ”u’re totally bulshit”.
Aku tak ingin orang-orang yang dekat denganku melihatku ’lebih unggul’ atau bahkan lebih stabil. Aku juga ingin mereka melihat kelemahanku. Sehingga, aku tak ingin kau berkata ’kau baik ya, aku jahat’, semua orang punya sifat jahat hanya pengekspresiannya saja (fenotipnya). Mungkin sekarang (setelah aku melakukan hal itu) aku akan bertanya padamu ’siapa yang lebih jahat?’ atau ’siapa yang lebih heartless?’.
Aku terlalu ikut campur..ya mungkin itulah aku. Terkadang peduli terkadang aku pun terperangkap oleh pemikiranku. Sehingga aku seperti meninggalkan mereka.
Dampaknya, jika aku menyukai seseorang maka tujuan dan ’goal’ dari orang itu juga menjadi suatu obsesi ku. Itulah aku, namun hal ini menjadi sedikit mengganggu ku karena nampaknya terkadang aku tak tahu batas.
Aku pun terkadang terlalu memainkan ’peronality’ mereka, mengubah mereka. Aku tahu aku terlalu sok tahu dengan kondisi ku ini yang faktanya tak jauh berbeda dari mereka, namun entah mengapa aku ingin membagi resep pada mereka. Terkadang sepertinya mereka sudah tahu hal itu tapi mereka menunggu seseorang berkata suatu hal tentang hal itu, baik dan buruk (tahukah kalian, terkadang aku mendapatkan kata2 itu dari mulut kalian). Namun yang terkadang mereka tidak mengerti ialah jika ’aku lebih’ daripada mereka, tidak teman! Kita semua ialah orang-orang yang tertidur terlalu lama untuk mengubah jalan pemikiran kita dan terlalu takut untuk melangkah, dan kata2 itu seperti api yang membakar kaki mu, yang membuatmu berlari atau berjalan. Namun, kata2 ku ternyata terlalu awal hingga membuatmu menjauh. Namun jika aku tak melakukannya sekarang, aku takut semuanya akan terlambat, karena kau perlu pondasi ini untuk melangkah menuju jalan yang kau pilih (be a hetero). Aku takut semuanya akan terlambat karena aku pun akan berubah, sifat itu akan kuubah, kutelaah ego dengan care, ikhlas dengan pasrah, dan nafsu dengan cinta.
No comments:
Post a Comment