Monday, November 12, 2007

ndak tahu

Satu per satu kata2ku seakan mengujiku,
mempertanyakan diksi mereka,
mempertanyakan arti penciptaan mereka.

Menggelayuti otakku dan jerat tali di hatiku,
memborgol tubuhku...aku terhenyak.

Mengapa mereka melakukannya...seperti bumerang yang kulepas namun tak bisa kutangkap, mungkin seharusnya aku tak melemparnya namun jika aku tak melemparnya bagaimana bisa aku belajar cara menangkapnya.
Atau haruskah kubiarkan saja bumerang2 yang telah kulempar itu?
Tidak..aku tidak mau.

Aku tahu akulah yang melempar bumerang itu, namun jika ada teman yang telah melempar bumerang yang sama dan telah berhasil menangkapnya, maukah kau berdiri disampingku saat aku berusaha menangkapnya dan memberi tahu 'trick-nya', atau hanya sekadar memberitahu aku jaraknya.

Namun..mungkin saja kau membiarkanku terlempar, terjatuh, atau bahkan terpukul oleh bumerangku sendiri.
Mungkin kau ingin membiarkanku menemukan trick-nya dengan cara ku.


Hal ini terasa mulai memakan ke-warasanku..terimakasih lengan yang selalu menyambut hangat pengecut ini dan memberi semangat dengan senyumnya.

Monday, November 5, 2007

suara...

Hidup ini sudah cukup membosankan dengan banyaknya suara,
namun aku lebih ingin mendengar semua suara,
agar ‘terdengar’ semua rasa,
pikiran dan tujuan.

Jika kita tak bersuara,
maka kita hanya akan menjadi beban untuk orang lain,
khususnya untuk orang yang memperhatikan kita.

Karena semuanya harus berirama,
sehingga terbentuklah suatu pola (mempunyai bentuk atau hanya abstrak-bahkan abstrak pun aku sebut bentuk).

Suara yang tak keluar hanya akan menjadi angin lalu atau bahkan hanya akan terjadi pemahaman satu arah,
membosankan…bagiku pola seperti itu membosankan.

Walaupun faktanya, masih banyak orang2 di dekatku yang seperti itu.

Bosan…