Thursday, October 16, 2008

iseng2 berbuah

Alkisah seorang penjual buah yang suka menjilat. Seperti membeli buah dari seorang penjilat, indahnya…permainan kata mereka. Sang penjilat membuat kulit buah terasa manis, marum, matang dan menggiurkan. Padahal…tak ada yang tahu isi buahnya (kecuali Tuhan y). tapi sang penjilat memang pintar, ia tahu benar banyak pembeli yang membeli buah hanya berdasarkan dari kulitnya (luarnya) saja, pembeli hanya menerka2 isi dari buah tersebut. Dengan ahlinya…selain meraup untung yang sangat besar, ia juga menjadi terkenal dan banyak teman. Hingga suatu saat ia pun sangat kaya raya, hingga tak perlu berjualan lagi. Sang penjilat berpikir “aku sudah kaya, aku tak perlu lagi untuk menjadi seorang penjilat”, maka berhentilah ia menjadi seorang penjilat. Sang mantan penjual yang suka menjilat kini menjadi seorang yang jujur. Namun…ternyata…semua temen2nya meningalkannya….Ia sakit karena kesepiannya, lalu uangnya habis untuk berobat. Di saat ajalnya tiba, sang penjilat bertanya pada dunia “dunia…mengapa di saat aku jujur, tak ada yang mau menemaniku?”.
Gila…sadis amat ceritanya… Mungkin akan ada orang yang komentar “gila…temen apa yang ninggalin lo pada saat lo seperti itu” atau juga “lo-nya aja yang salah milih temen” atau “berarti mereka semua bukan temen sejati lo”. Namun tentu saja juga ada seseorang yang akan bilang “itu mah salah lo, kalo lo memulainya dengan suatu kebohongan maka kebohongan juga yang akan lo dapet”.
semua orang boleh berpendapat, tenang aja..