Saat seseorang merasa dirinya berbeda dari sosialisasi, dirinya akan menarik diri seperti merasa ingin menjauh dari kumpulan orang. Hal tersebut bisa didasari secara sadar dengan kehendak atau tanpa disadari. Penarikan diri dari orang-orang di sampingnya inilah yang menyebabkan perbedaan aura di orang tersebut.
Seseorang yang merasa dirinya berbeda dari sosialisasi yang ada akan menarik dirinya menjauh karena takut oleh norma yang ada, sehingga ia berpikir jika lebih baik ia menyudut dan bersembunyi. Namun, pada beberapa kasus yang saya temukan ternyata akibat dari hal tersebut sangat menyakitkan, yaitu percobaan bunuh diri. Mengapa? Jika saya mencoba menjawabnya, inilah jawaban saya: kesendirian. Ya, saya tipe orang yang percaya jika kesendirian dapat membunuh seseorang (tanpa diperhitungkannya personality orang tersebut-karena menurut saya, personality pun di bangun dari manusia2 di sekitar kita). Keadaan ‘tanpa teman’ dapat membuat seseorang nekat dan juga plin plan dalam melakukan sesuatu, karena tak ada pola/contoh, tak ada bahan masukan/pertimbangan, dan tak adanya pelarian dari penatnya hati (curhat). Sehingga, saat ia menyudut tanpa teman, ia akan termakan oleh pemikirannya sendiri. Saat pertengkaran terjadi di dalam pemikiran orang tersebut, ia akan mulai mencari (mulai dari awal atau berproses lagi) dirinya dengan apa yang telah ia ‘bawa’.
Ada yang berkata :
“ini hanya proses pencarian jati diri yang akan menghilang nantinya bersama datangnya waktu, karena makin tua, kita sudah tidak akan memikirkan hal-hal seperti itu”
Namun, saya ingatkan pada Anda, saat diri kita makin tua, diri kita akan makin didesak oleh kondisi sosial dan makin terasa dengan lekat kata ‘sendiri’. Yah, tentu saja tidak semua orang mengalaminya..