Wednesday, August 18, 2010

a note for my friend..

memang, kadang2, kita berada di posisi yang benar2 baru, posisi yang memojokkan kita untuk
berbuat sesuatu. namun...kita bingung, karena kita belum pernah ada di situasi tersebut, bahkan saat bercerita
kepada teman2 lainnya, ternyata...kata2 mereka terasa hanya sebuah kata2..
n friend...yeah..i've been there
jadi solusinya apa...terkadang solusi itu harus kita sendiri yang menemukan, baru kita mengerti atau bahkan
memahami maksud dari kata2 itu.
karena diri kita ini adalah seorang manusia yang diberi cobaan,
sehingga kita bisa berada pada (jika di film anggap saja episode) episode2 yang berbeda
dan tiap episode ini kita menemukan hal2 yang berbeda.
hingga akhirnya kita berkata "aha! ternyata begitu toh.."

adalah sebuah tantangan dimana jika ada sebuah situasi/episode yang menantang kita,
dimana kita akan menghadapinya, bagaimana kita akan menghadapinya,
dan bagimana kita menjalaninya dan bagaimana kita meresapi maksud dari cobaan itu.
menjalaninya dengan menjadi diri lo atau pinjem personality orang lain, atau lo adalah seekor bunglon...
itu nnti pilihan lo..
hasil...hm...mo nnti lo jadi mundur, tetep atau lebih maju..
atau bahkan lo menjadi terdistorsi dalam kondisi vertikal atau horizontal..
hm...hm...

Wednesday, August 11, 2010

MEREKA YANG TAK AKAN TERGANTIKAN

Dua bulan sudah aku hidup di belahan kota yang berbeda dengan mereka,
namun saat bertemu kembali dengan mereka...entah mengapa rasa rinduku akan jakarta seakan terobati..
Suara mereka, tawa mereka, gaya mereka, candaan mereka, aura mereka, 'rasa' saat bersama mereka.
walaupun kini aku mulai beradaptasi dengan orang2 di sini namun entah mengapa,
tempat mereka di hatiku..tak akan tergantikan, karena mereka berdua merupakan sahabat spesialku, sahabat yang selalu mempunyai tempat khusus di hatiku
dan ku harap persahabatan ini kan berlangsung hingga Allah mempertemukan kita lagi di alam bazrah.

entah mengapa...apa karena takut terlupakan..atau takut dilupakan...
kenyataannya memang aku takut sendirian, walaupun telah ku coba untuk menjaga hati ini
namun ternyata...ia ber-riak lain
tak terasa bulirannya telah sampai di pipiku
seakan perlu pendorong dan pelarian sehingga buliran itu bergulir

aku benci menangis, karena setelahnya..mataku akan sakit, hidungku meler
dan kepalaku menjadi pusing...namun entah mengapa setelah itu terasa ringan
hatiku, seakan gerbang sempit itu terbuka lebih lebar dan menumpahkannya dengan
dengan buliran air mata

kehidupanku di sini terbilang sangat statis, aku rindu pergolakan yang terjadi setiap harinya saat aku bekerja di jakarta.
mungkin ini saat aku berkata "hidup statis tanpa masalah itu membosankan..." ha3..terdengar bodoh memang, namun begitulah yang kurasakan saat ini.
bukan berarti aku tak punya masalah, namun mungkin ragam masalahnya dan pemikiran orang2 yang aku hadapi.

aku merasa berada dalam kotak (yang terbuat dari batu bata) bersama orang2 yang tak mau maju, yang takut untuk maju, dan jika aku menggerakkan mereka atau aku berteriak untuk maju,
maka akulah yang akan tertiban batu bata runtuhan kota itu, aku akan 'terluka'. dan aku tahu luka ini akan berkakibat fatal terhadap masa depanku,
maka kuputuskan untuk diam.
sambil mencari atau mencungkil sedikit demi sedikit batu bata ini. dan mengumpulkan bijh besi yang nyatanya tak ada di dalam kotak ini.
bijih besi itu, kan kurangkai menjadi sebuah palu besar hingga dapat memecahkan batu bata ini, atau mungkin kepala2 orang ini...ha4.

oleh karena itu, terkadang aku berlari, untuk sesaat, aku tahu itu. ke jakarta, ke tempat mereka..
ok..setidaknya refreshing ini lebih berhasil daripada metode "penampilan baru" dimana gw harus beli baju n belanja untuk mengubah/refresh penampilan gw,
n diakhirnya saat gw dah beli semuanya (baju, celana, BH, underwear, sepatu/sandal) and gw berkaca di cermin, gw baru ngerasa...
"ok..gw tetep, gw yang stress dengan penampilan yang berbeda". makanya gw kan memilih menghabiskan uang gw menyebrangi lautan demi ketemu kalian guys...