hanya manusia lemah yang mengemis untuk dikasihani
menempatkan diri menjadi penderita
hingga menunggu seorang melihat iba
menanti uluran tangan untuk datang
menunggu tamparan yang terasa nanar
menggapai mimpi dengan mimpi
membual kata melempar asa
seribu kata memagari diri
menjaga hati dari realita yang terjadi
menutup telinga
menutup mata
fakta adalah bahaya
seperti itukah diriku...
jika ia...maka...aku manusia lemah
Blog ini merupakan turahan 'penat otak' agar kewarasan saya tidak meretak. Beberapa post dalam blog ini merupakan cerita Fiksi, yang telah saya gabungkan dalam cerpen 'Our little journey'.
Saturday, July 28, 2007
saat kata tak berarti
diam...
hanya hal itu yang dapat kulakukan
mulut ini telah tertutup rapat
hati ini telah terkunci rapat
bahkan otak ini ikut terdiam
terkurung dalam suatu sangkar kestatis-an
lelah...
serasa seluruh sel dalam tubuh melawan kemauan
merengek untuk terbujur kaku
oksigen pun tak terasa terhirup
aku ingin hidup
aku ingin melangkah
hanya hal itu yang dapat kulakukan
mulut ini telah tertutup rapat
hati ini telah terkunci rapat
bahkan otak ini ikut terdiam
terkurung dalam suatu sangkar kestatis-an
lelah...
serasa seluruh sel dalam tubuh melawan kemauan
merengek untuk terbujur kaku
oksigen pun tak terasa terhirup
aku ingin hidup
aku ingin melangkah
Friday, July 13, 2007
takut
ketakutan...
kata ini akhir2 ini mengisi terus pikiranku
ketakutan akan masuk neraka (he...wajar aja ya)
ketakutan akan mencari pekerjaan
ketakutan akan 'kondisi keluargaku'
ketakutan akan kehilangan dirimu
ketakutan akan kehilangan sahabat2ku
ketakutan akan diriku
ketakutan akan badan bobrokku
ketakutan akan kata2 dokter gila
ketakutan akan masa depan
ketakutan akan hal yang tak bisa kuprediksi
ketakutan akan penyesalan
apakah aku paranoid...
'ketakutan hanya akan mengurangi kekuatanmu'
walaupun aku akan 'hilang' aku tak mau menyesal
maaf aku memang seorang yang egois
maaf aku tak peduli lagi dengan semua kata2 yang membuat ketakutanku bertambah
aku hanya ingin menjalani hidup ini dengan caraku karena ini keputusanku (tanpa mengurangi rasa cipta pada Allah)
aku tak perlu lagi membesar2kan ketakutan2ku, maju dan maju...
tak peduli apa yang akan terjadi di masa depan, karena saat ini keputusan ada di tanganku (tanpa mengurangi rasa kuasa pada Allah)
kata ini akhir2 ini mengisi terus pikiranku
ketakutan akan masuk neraka (he...wajar aja ya)
ketakutan akan mencari pekerjaan
ketakutan akan 'kondisi keluargaku'
ketakutan akan kehilangan dirimu
ketakutan akan kehilangan sahabat2ku
ketakutan akan diriku
ketakutan akan badan bobrokku
ketakutan akan kata2 dokter gila
ketakutan akan masa depan
ketakutan akan hal yang tak bisa kuprediksi
ketakutan akan penyesalan
apakah aku paranoid...
'ketakutan hanya akan mengurangi kekuatanmu'
walaupun aku akan 'hilang' aku tak mau menyesal
maaf aku memang seorang yang egois
maaf aku tak peduli lagi dengan semua kata2 yang membuat ketakutanku bertambah
aku hanya ingin menjalani hidup ini dengan caraku karena ini keputusanku (tanpa mengurangi rasa cipta pada Allah)
aku tak perlu lagi membesar2kan ketakutan2ku, maju dan maju...
tak peduli apa yang akan terjadi di masa depan, karena saat ini keputusan ada di tanganku (tanpa mengurangi rasa kuasa pada Allah)
satu kata menusuk hati
akhir-akhir ini aku mengikuti blog sepoci kopi, aku membaca sebuah blog yang becerita 'coming out' sebenarnya gak perlu. dulu aku merasa 'coming out' itu perlu, karena aku ingin dilihat dengan apa adanya aku, aku ingin menjadi teman dengan apa adanya aku, aku menjadi seseorang tanpa harus menyembunyikan 'diriku', aku tak mau berbohong dengan sahabat. aku hanya ingin aku sebagai diriku dilihat apa adanya.
aku 'coming out'
aku melakukannya pada orang yang kusayangi
pada ketiga sahabat...tpi nampaknya aku membuat kesalahan...maaf terkadang aku merasa lebih baik kalian tidak mengetahui aku yang sejujurnya. tapi maaf aku hanya ingin dilihat sejujurnya.
aku manusia normal yang ingin mencintai dan dicintai. aku sudah tak kuasa menahan rasa 'lebih baik tak dicintai', karena aku ingin mencintai dan dicintai.
hal yang paling membuatku bingung ialah 'kenapa aku tak coming out dengan keluarga ku'. toh walaupun tak melakukannya...
aku bosan dengan pandangan mata ayahku yang melihatku dengan jijik, atau berpura-pura segala halnya biasa saja, aku tak mau melihat pandangan ibuku yang menatapku dengan pandangan kasihan, aku lelah mendengar kata-kata keluargaku yang menganggap aku seperti orang gila.
dulu aku benci mencintai karena bila aku mencintai, aku akan mencintai wanita. namun aku manusia normal yang ingin dicintai dan mecintai. terlalu besarkah keinginanku sehingga mereka memperlakukanku seperti orang gila?
terima kasih untuk sahabat yang selalu mendengar keluh kesahku, maap jika hal ini membuatmu bosan, tapi sungguh merasa didengar membuatku bahagia, karena aku tak bisa berbicara banyak dan tak ada yang mau mendengarku.
terima kasih untuk temanku yang selalu berusaha menjadikanku wanita hetero, namun aku ialah aku. terima kasih untuk kepura-puraan dirimu.
aku 'coming out'
aku melakukannya pada orang yang kusayangi
pada ketiga sahabat...tpi nampaknya aku membuat kesalahan...maaf terkadang aku merasa lebih baik kalian tidak mengetahui aku yang sejujurnya. tapi maaf aku hanya ingin dilihat sejujurnya.
aku manusia normal yang ingin mencintai dan dicintai. aku sudah tak kuasa menahan rasa 'lebih baik tak dicintai', karena aku ingin mencintai dan dicintai.
hal yang paling membuatku bingung ialah 'kenapa aku tak coming out dengan keluarga ku'. toh walaupun tak melakukannya...
aku bosan dengan pandangan mata ayahku yang melihatku dengan jijik, atau berpura-pura segala halnya biasa saja, aku tak mau melihat pandangan ibuku yang menatapku dengan pandangan kasihan, aku lelah mendengar kata-kata keluargaku yang menganggap aku seperti orang gila.
dulu aku benci mencintai karena bila aku mencintai, aku akan mencintai wanita. namun aku manusia normal yang ingin dicintai dan mecintai. terlalu besarkah keinginanku sehingga mereka memperlakukanku seperti orang gila?
terima kasih untuk sahabat yang selalu mendengar keluh kesahku, maap jika hal ini membuatmu bosan, tapi sungguh merasa didengar membuatku bahagia, karena aku tak bisa berbicara banyak dan tak ada yang mau mendengarku.
terima kasih untuk temanku yang selalu berusaha menjadikanku wanita hetero, namun aku ialah aku. terima kasih untuk kepura-puraan dirimu.
Monday, July 2, 2007
Emosi
emosi...
kenapa kau menguasaiku
menjerat bagaikan benalu
walaupun ku mengerang...tetap saja kau tak mau melepaskanku
selalu muncul pertanyaan mengenaimu, namun tetap saja saat kita bertemu aku takut untuk menanyakannya.
aku takut kau akan meninggalkanku...seperti dulu...
"mengapa dulu kau gantungkan aku?"
"mengapa dulu kau telantarkan aku?"
"mengapa dulu kau tak pernah membalas smsku?"
"mengapa dulu kau tak pernah mau bertemu denganku?"
seakan sejuta alasanmu untuk menghindari ku...
saat itu kupikir kau telah 'berubah' maka ...aku menjauh darimu
walaupun aku tak bisa, tetap saja ku misscall dirimu, aku memang lemah terhadapmu.
sekarang saat kau kembali padaku...(entah kemana semua rasa sakit hatiku, harga diriku, kebencianku padamu...rasa sayangku padamu mengalahkan semua perasaan itu)...kusambut kembali dirimu.
dan...
kembali, pertanyaan-pertanyaan menggantung di rongga mulutku
pikiranku salah,
namun jika kau belum 'berubah' saat itu,
mengapa kau mencintai wanita lain...kenapa bukan aku.
kenapa baru sekarang kau datang padaku?
telah usaikah kisah cinta kalian sehingga aku hanyalah 'penggantinya'.
tak apa...
karena aku sangat menyayangimu dan aku takut kehilanganmu lagi.
padahal semuanya belum tentu seperti yang ada dipikiranku, mungkin akan lebih jelas jika aku menanyainya...
namun apakah ia tidak berbohong padaku?
aku pengecut.
kenapa kau menguasaiku
menjerat bagaikan benalu
walaupun ku mengerang...tetap saja kau tak mau melepaskanku
selalu muncul pertanyaan mengenaimu, namun tetap saja saat kita bertemu aku takut untuk menanyakannya.
aku takut kau akan meninggalkanku...seperti dulu...
"mengapa dulu kau gantungkan aku?"
"mengapa dulu kau telantarkan aku?"
"mengapa dulu kau tak pernah membalas smsku?"
"mengapa dulu kau tak pernah mau bertemu denganku?"
seakan sejuta alasanmu untuk menghindari ku...
saat itu kupikir kau telah 'berubah' maka ...aku menjauh darimu
walaupun aku tak bisa, tetap saja ku misscall dirimu, aku memang lemah terhadapmu.
sekarang saat kau kembali padaku...(entah kemana semua rasa sakit hatiku, harga diriku, kebencianku padamu...rasa sayangku padamu mengalahkan semua perasaan itu)...kusambut kembali dirimu.
dan...
kembali, pertanyaan-pertanyaan menggantung di rongga mulutku
pikiranku salah,
namun jika kau belum 'berubah' saat itu,
mengapa kau mencintai wanita lain...kenapa bukan aku.
kenapa baru sekarang kau datang padaku?
telah usaikah kisah cinta kalian sehingga aku hanyalah 'penggantinya'.
tak apa...
karena aku sangat menyayangimu dan aku takut kehilanganmu lagi.
padahal semuanya belum tentu seperti yang ada dipikiranku, mungkin akan lebih jelas jika aku menanyainya...
namun apakah ia tidak berbohong padaku?
aku pengecut.
Subscribe to:
Comments (Atom)