Friday, September 21, 2007

untuk semua jawaban yang tak menjawab...aku ucapkan...enyahlah
untuk semua harapan menganga...aku ucapkan...musnahlah

aku sudah muak dengan semua itu

kepastian
aku menunggu kepastian
karena waktuku tak banyak
karena aku manusia...
manusia...yang merasa

bukan layaknya boneka yang pasrah dipajang dan menunggu untuk dimainkan
dimainkan saat sang pemilik bosan terhadap boneka yang lain
karena aku bukan boneka yang istimewa

harapan...jangan berikan padaku
aku hanya perlu jawaban...mainkan atau buang

aku...bonekakah aku?
hanya bisa dimainkan...sementara sang pemilik tertawa terbahak2
bebas menyiksaku dengan jiwa dan raganya
bebas menyanyangiku dengan jiwa dan raganya

aku...berteriaklah aku...
tak bisa...aku hanya sebuah boneka

prolog...yang seharusnya di awal

wah...dah lama gak nulis..pantesan kepala kerasa berat banget, banyak kata2 yang tidak dikeluarkan dari kepala ini.hhh....
tulisan2 selama ini berasal dari semua yang saya resap dan maknai, diri sendiri, teman, dan lingkungan.
terima kasih kepada semua hati dan jiwa yang mau berbagi cerita kepada saya.
semoga tulisan2 ini berguna bagi manusia2 yang memiliki hati.

Friday, September 7, 2007

aku

dalam relung keegoisanku, kutulis kata kata ini...

cinta sesaat...
apakah ini cinta sesaat? lalu dengan seenak hatinya mempermainkan perasaan orang
tanpa merasa bersalah...tanpa tahu perasaan orang lain...
semudah itukah mempermainkan perasaan orang lain?
apakah hati ini hanya sebuah onggokan daging...

Tuesday, September 4, 2007

ini apa ya?

Seperti mencari bayangan di malam hari
Bahkan bulan pun mengkhianati diriku.
Bintang tak pernah peduli padaku,
ia hanya bersinar bagi dirinya sendiri,
matahari pun tak jua ada untukku, saat ini.

kenapa?
Apakah karena saat ini malam hari?
Apakah jika malam hari matahari tak boleh ada?
Ataukah ia puas ditopengi bulan?

Walau angin malam memberitahu diriku dimana bayangan berada
namun tetap saja angin hanyalah angin, berbisik-bisik hingga yang terdengar ialah kehampaan...
hampa...

Dimanakah cahaya lampu?
Tak ada...tak ada listrik di sini...tak bisa kubayangkan hidup tanpa listrik.
Bambu-bambu bernyanyi untukku, nyanyian yang menentramkan jiwa,
aku mendekat padanya, namun yang kutemukan hanyalah keheningan belaka.
Keheningan di atas nyanyian bambu.

Mungkin bukan hanya aku yang saat ini mencari bayangan,
mungkin beberapa jiwa yang seperti diriku sedang mencari juga,
namun berbeda lintasannya.

Saat ini mungkin ada yang sedang terjatuh, terpuruk, tersandung, atau terkurung dalam jebakan, atau mungkin saja sudah ada yang menemukannya.
Mungkin juga ada yang melepaskannya lagi, untuk mendapatkan tujuan lain.