Gw jarang ngobrol masalah hubungan2 gw, ma keluarga gw. Baik itu tentang temen...apalagi partner. Kenapa? Karena memang seperti itu.
Malam ini kerasa beda, kakak gw duduk di samping gw, ngomongin masalah nikah...
(Kakak gw dah nikah n dah punya anak).
"Cewek jangan terlalu banyak tuntutan Dek, jangan terlalu pemilih".
Kakak gw memang masih memegang adat kejawennya, jadi ada beberapa nasihat kejawen lainnya yang memang gak bisa masuk ke kuping gw, alhasil off air.
"Ha..."
klo diajak ngomong masalah nikah, gw memang biasanya cuma 'ha, he, hi, ya, nyengir, ketawa, dan ngemeng gak jelas'.
"Pilihlah orang yang membuat lo nyaman"
"Ya"
"Nikah itu....."
Maap gw off air lagi, gw gak menyimak secara keseluruhan, gw cuma denger endingnya.
"Lo bayangin klo lo dah tua, sendirian, kesepian, gak ada yang ngurusin lo. Klo gw masih hidup, pastilah gw ngurusin lo, Jono (adek gw n kakak gw-tentunya) juga dek, pasti mau ngurusin lo"
"Panti jompo terus ikut yayasan ********* (yayasan pengurusan kubur)" Jawab gw.
"Dek...beda antara panti jompo, keluarga atau ma orang yang lo cinta"
"Ya"
"Klo udah tua, kerasa Dek, lo pengen duduk santai disekeliling keluarga lo"
"Ya"
Ya Mbak, gw pengen pada saat itu, gw bisa membawa orang pilihan gw dan diakui keluarga oleh keluarga besar kita.
"Gak ada yang abadi Dek, tapi perubahan itu abadi"
Entah, apakah keinginan gw yang sangat atau memang itu sebuah jawaban, statement Mbak gw, membuat gw optimis untuk membuat perubahan. 'Tuk membawa orang pilihan gw, ke dalam keluarga gw, namun satu hal yang pasti operasi kelamin...bukan jawaban tuk masalah gw.
No comments:
Post a Comment