"Apakah sesulit membangun sebuah candi Prambanan dalam membangun sebuah hubungan ya Dek?" tanya Abang.
Saya bukan ahli dalam proses alur serta mekanisme membangun hubungan....apalagi candi...
"Lo nanya kayak gituan ma gw, Tanya sono ma Bondowoso. Mang kenapa Bang?"
"Kenapa ya, Dek, aku lebih merasa nyaman balik ke mantan ku, walaupun hubungan kami tak jelas, dibandingkan aku memulai hubungan baru?”
"Hm...karena lebih terbiasa jadi kerasa lebih mudah, mungkin...ya Bang"
"Hh...ya tah?"
"Itu kan pendapat gw. Dulu. gw terbiasa diambangin ma mantan gw, sadar atau entah tidak, gw jadi biasa aja. Kayak udah nyaman aja"
"Sakit kau Dek"
"Itu kan dulu Bang. Nah, sekarang kan pertanyaannya buat lo"
"Hh...aku merasa bingung saja. Kalau dengan yang lama, aku merasa, ya sudah jalani saja, aku sudah tahu celah-celahnya. Kalau baru, terkadang ada rasa malas untuk aku mengenal lebih dalam wanita baru ini. Malas aku beradaptasi lagi"
“Kau ini Bang, mau jadi perjaka tua?”
“Bukan begitu Dek. Terkadang kalau aku ada konflik dengan Mia (pacar Abang yang sekarang), aku jadi terpikir untuk kembali ke mantan ku. Lebih terasa tidak susah, yah yang kau bilang tadi itu Dek, nyaman”
“Itu mah halusinasi sesaat aja Bang, karena males berhadapan ma yang berisik2 dan ribet2 aja kan lo?
Menurut gw, mau manapun yang lo pilih, konflik yang menyerang rasa nyaman lo pasti ada Bang. Tinggal lo aja, memperbesar zona toleransi lo.
Walaupun pada saat bersama mantan lo, terlihat gak ada konflik, sebenarnya ada masalah yang utama mengenai interaksi hubungan kalian”