Monday, July 15, 2013

Lagu untuk I

Tak ku ingkari
Senyummu menawan hati
Mengajak hati ini
Tuk bernyanyi

Walau nada tak kutemui
Namun ia tak mau berhenti

Rasa ini ikut menari
Menghentak dalam nada ilusi

Tak ku ingkari
Rasa ini tak mau pergi
Mengajak angan ini
Tuk bermimpi

Jikakah suatu hari nanti  

Nadamu menemani ku tuk bernyanyi


NB :
Gara-gara tantangan Miss I, untuk membuat lirik dalam waktu 15 menit.
Miss I, jangan lupa jika udah ketemu chord gitarnya, di share. :D 

Beristirahat di Jogja

Setahun yang lalu...

Pagi yang indah di Jogja, walau panas matahari sudah mulai naik, namun rindangnya pohon kelapa dan kopi menaungi kami. Mama membenahi potongan rambutku, yang sebelumnya hanya dipotong pangkas saat di rumah sakit. 
"Tuh kan cantik, kaya Liliana Natsir" ujar Mama.
"Iya sih...tapi aku udah gak bisa main badminton lagi ya Ma"
"Ha3, gak pa pa. Mama juga udah gak main badminton lagi"
Aku tersenyum sambil melihat helai demi helai rambutku jatuh di pelataran kebun. 

Kakek ku datang, ia duduk mendekat, mengamati kami sambil melinting tembakaunya.

Lalu Kakek bercerita, "Ada keponakan pria ku yang buka salon, ya..masih saudara juga sama kamu, hidupnya sama pria. Lanang-an. Yang disayangkan, dia menjauh dari keluarga. Kalo menurut ku, jika kamu sudah mengambil keputusan, ya, dijalankan, resikonya ya dihadapi. Jangan menjauh dari keluarga, itu gak menyelesaikan masalah. Malah bikin masalah di keluarga"

Aku hanya terdiam mendengarkan cerita kakek, mengamati asap rokok kakek yang makin lama makin pudar, tersapu oleh dinginnya pagi.

 “Dengerin itu, nasihat dari kakek”
Tangan Mama sibuk memainkan rambutku, lalu Mama men-spike rambutku dan berkata
“Nah, kalau ini Goku”

Tiga hari setelah itu, kakek masuk rumah sakit. Asam lambung kakek memang tinggi sehingga mengikis dinding lambungnya dan menyebabkan kebocoran pada lambungnya. Upaya operasi gagal karena kondisi jantung kakek. Kakek meninggalkan kami, di hari kedua idul fitri.






NB :
Lanang-an : Pria yang hidup dengan pria