Setahun yang lalu...
Pagi yang indah di Jogja,
walau panas matahari sudah mulai naik, namun rindangnya pohon kelapa dan kopi
menaungi kami. Mama membenahi potongan rambutku, yang sebelumnya hanya dipotong
pangkas saat di rumah sakit.
"Tuh kan cantik, kaya Liliana Natsir" ujar
Mama.
"Iya sih...tapi aku udah
gak bisa main badminton lagi ya Ma"
"Ha3, gak pa pa. Mama
juga udah gak main badminton lagi"
Aku tersenyum sambil melihat helai demi helai rambutku jatuh di pelataran kebun.
Kakek ku datang, ia duduk mendekat, mengamati kami
sambil melinting tembakaunya.
Lalu Kakek bercerita, "Ada
keponakan pria ku yang buka salon, ya..masih saudara juga sama kamu, hidupnya
sama pria. Lanang-an. Yang disayangkan, dia menjauh dari keluarga. Kalo menurut
ku, jika kamu sudah mengambil keputusan, ya, dijalankan, resikonya ya dihadapi.
Jangan menjauh dari keluarga, itu gak menyelesaikan masalah. Malah bikin
masalah di keluarga"
Aku hanya terdiam
mendengarkan cerita kakek, mengamati asap rokok kakek yang makin lama makin
pudar, tersapu oleh dinginnya pagi.
“Dengerin itu, nasihat dari kakek”
Tangan Mama sibuk memainkan
rambutku, lalu Mama men-spike rambutku dan berkata
“Nah, kalau ini Goku”
Tiga hari setelah itu, kakek
masuk rumah sakit. Asam lambung kakek memang tinggi sehingga mengikis dinding
lambungnya dan menyebabkan kebocoran pada lambungnya. Upaya operasi gagal
karena kondisi jantung kakek. Kakek meninggalkan kami, di hari kedua idul fitri.
NB :
Lanang-an : Pria yang hidup dengan pria
No comments:
Post a Comment