Karena tuts keyboard seakan jarum akupuntur,
yang dapat
mengeluarkan penat dalam otak.
Ada suatu aliran, saat Jemari ini menekan huruf demi
huruf
Pun layar menampilkan rangkaian acak kata
Yang terkadang tak dimengerti logika
Namun
Ku biarkan saja jemari ku menari
Hingga saatnya rasa nyeri menghantui kembali
Mematikan jemari dalam sandaran peti mati
Sementara itu sang otak berkeliaran
Mengecup satu imajinasi ke imajinasi yang lain
Menggoda jemari tuk bermain
Namun
Sang jemari sudah tak kuasa lagi
Ia tetap bersandar pada pelukan peti mati
Menanti hingga hantu itu pergi
No comments:
Post a Comment