Wednesday, December 12, 2007

hujan tak selamanya turun (tulisan lama)

tanpa sadar jam ditanganku telah menunjukkan pukul 21.00, malam semakin malam.

malam kenapa kau berwana hitam?
apakah agar sang bulan dapat bersinar terang?
ataukah untuk permaisuri bintang yang hadir untukmu?

malam...takutkah kau akan pagi?
yang merengut kuasamu?
ataukah kau percaya pagi akan berlalu dan kau akan berkuasa lagi?

malam...pagi yang sombong akan datang,
menampar tiap partikel udara dengan cahaya mentarinya,
membangun gelisah para pemimpi.

lamunanku terhenti,
hujan mulai mengganas,
melindas semua yang menantangnya.
memecah keheningan dengan gelegarnya.

hujan terus menderu ,
bergejolak bersama angin,
membeku bersama malam.

badanku terduduk kaku, menanti...penantian yang panjang...


halte kalibata 03

10 desember 2007

namun sekarang...tak ada lengan hangat tempat untuk ber'pengecut', hanya aku dan diriku (di dalam diriku).

terima kasih teman, yang mengiringi akal sehatku. terima kasih akal sehat, yang mengiringi hidupku.

Monday, November 12, 2007

ndak tahu

Satu per satu kata2ku seakan mengujiku,
mempertanyakan diksi mereka,
mempertanyakan arti penciptaan mereka.

Menggelayuti otakku dan jerat tali di hatiku,
memborgol tubuhku...aku terhenyak.

Mengapa mereka melakukannya...seperti bumerang yang kulepas namun tak bisa kutangkap, mungkin seharusnya aku tak melemparnya namun jika aku tak melemparnya bagaimana bisa aku belajar cara menangkapnya.
Atau haruskah kubiarkan saja bumerang2 yang telah kulempar itu?
Tidak..aku tidak mau.

Aku tahu akulah yang melempar bumerang itu, namun jika ada teman yang telah melempar bumerang yang sama dan telah berhasil menangkapnya, maukah kau berdiri disampingku saat aku berusaha menangkapnya dan memberi tahu 'trick-nya', atau hanya sekadar memberitahu aku jaraknya.

Namun..mungkin saja kau membiarkanku terlempar, terjatuh, atau bahkan terpukul oleh bumerangku sendiri.
Mungkin kau ingin membiarkanku menemukan trick-nya dengan cara ku.


Hal ini terasa mulai memakan ke-warasanku..terimakasih lengan yang selalu menyambut hangat pengecut ini dan memberi semangat dengan senyumnya.

Monday, November 5, 2007

suara...

Hidup ini sudah cukup membosankan dengan banyaknya suara,
namun aku lebih ingin mendengar semua suara,
agar ‘terdengar’ semua rasa,
pikiran dan tujuan.

Jika kita tak bersuara,
maka kita hanya akan menjadi beban untuk orang lain,
khususnya untuk orang yang memperhatikan kita.

Karena semuanya harus berirama,
sehingga terbentuklah suatu pola (mempunyai bentuk atau hanya abstrak-bahkan abstrak pun aku sebut bentuk).

Suara yang tak keluar hanya akan menjadi angin lalu atau bahkan hanya akan terjadi pemahaman satu arah,
membosankan…bagiku pola seperti itu membosankan.

Walaupun faktanya, masih banyak orang2 di dekatku yang seperti itu.

Bosan…

Sunday, October 7, 2007

KOMITMEN

Memang susah memegang dan menjaga suatu komitmen

Tapi ya..namanya juga komitmen….

Mungkin lebih susah menjaga komitmen pada diri sendiri dibandingkan dengan mejaga komitmen pada orang lain atau banyak orang, namun tentu saja hal tersebut ialah pendapat saya. Mungkin pendapat Anda berbeda.

Mengapa saya berkata seperti itu? Karena menurut saya, secara tak langsung kita mencintai diri kita sendiri. Seperti komitmen terhadap diri sendiri yang dilanggar oleh diri sendiri karena pemanjaan (bahasa yang aneh-red) dari diri sendiri, seperti pengelakkan kecil. Contoh kasus yang saya temui misalnya rokok dan perokok. Suatu saat saya berjanji tidak akan merokok lagi karena itu tidak sehat bagi tubuh saya, namun di suatu titik saya menjadi lemah, komitmen rokok saya yang sudah saya pegang teguh selama 4 tahun ternyata dapat runtuh hanya dalam satu menit. Kata diri saya saat itu ‘tak apa Cuma sebatang, cuma sekali ini saja, Cuma buat ngilangin stress. Gak akan mati dah gw’ lalu setelah pikiran ikut termanjakan, mengebullah asap dari rokok. Diri ini berkata lagi ‘gw komitmen kok, Cuma sekali, bener deh’. Dan fakta terlucunya….setelah habis setengah batang…dada saya mulai sakit…saya tersenyum sendiri, dengan senyuman manis saya matikan rokok yang masih setengah. Entah mengapa…pikiran yang semenit mengacaukan pola yang terpatri selama 4 tahun dengan nama komitmen. Manja sekali ya diri ini.

Komitmen pada orang lain lebih mudah terjaga, karena ada rasa ingn membuat orang lain bahagia, ingin menjaga perasaan orang, dan menunjukkan kualitas diri ini terhadap orang lain. Terlebih lagi ada orang2 yang selalu mengingatkan diri ini terhadap komitmen tersebut, mungkin karena memang menyangkut dirinya atau tidak.

Friday, September 21, 2007

untuk semua jawaban yang tak menjawab...aku ucapkan...enyahlah
untuk semua harapan menganga...aku ucapkan...musnahlah

aku sudah muak dengan semua itu

kepastian
aku menunggu kepastian
karena waktuku tak banyak
karena aku manusia...
manusia...yang merasa

bukan layaknya boneka yang pasrah dipajang dan menunggu untuk dimainkan
dimainkan saat sang pemilik bosan terhadap boneka yang lain
karena aku bukan boneka yang istimewa

harapan...jangan berikan padaku
aku hanya perlu jawaban...mainkan atau buang

aku...bonekakah aku?
hanya bisa dimainkan...sementara sang pemilik tertawa terbahak2
bebas menyiksaku dengan jiwa dan raganya
bebas menyanyangiku dengan jiwa dan raganya

aku...berteriaklah aku...
tak bisa...aku hanya sebuah boneka

prolog...yang seharusnya di awal

wah...dah lama gak nulis..pantesan kepala kerasa berat banget, banyak kata2 yang tidak dikeluarkan dari kepala ini.hhh....
tulisan2 selama ini berasal dari semua yang saya resap dan maknai, diri sendiri, teman, dan lingkungan.
terima kasih kepada semua hati dan jiwa yang mau berbagi cerita kepada saya.
semoga tulisan2 ini berguna bagi manusia2 yang memiliki hati.

Friday, September 7, 2007

aku

dalam relung keegoisanku, kutulis kata kata ini...

cinta sesaat...
apakah ini cinta sesaat? lalu dengan seenak hatinya mempermainkan perasaan orang
tanpa merasa bersalah...tanpa tahu perasaan orang lain...
semudah itukah mempermainkan perasaan orang lain?
apakah hati ini hanya sebuah onggokan daging...

Tuesday, September 4, 2007

ini apa ya?

Seperti mencari bayangan di malam hari
Bahkan bulan pun mengkhianati diriku.
Bintang tak pernah peduli padaku,
ia hanya bersinar bagi dirinya sendiri,
matahari pun tak jua ada untukku, saat ini.

kenapa?
Apakah karena saat ini malam hari?
Apakah jika malam hari matahari tak boleh ada?
Ataukah ia puas ditopengi bulan?

Walau angin malam memberitahu diriku dimana bayangan berada
namun tetap saja angin hanyalah angin, berbisik-bisik hingga yang terdengar ialah kehampaan...
hampa...

Dimanakah cahaya lampu?
Tak ada...tak ada listrik di sini...tak bisa kubayangkan hidup tanpa listrik.
Bambu-bambu bernyanyi untukku, nyanyian yang menentramkan jiwa,
aku mendekat padanya, namun yang kutemukan hanyalah keheningan belaka.
Keheningan di atas nyanyian bambu.

Mungkin bukan hanya aku yang saat ini mencari bayangan,
mungkin beberapa jiwa yang seperti diriku sedang mencari juga,
namun berbeda lintasannya.

Saat ini mungkin ada yang sedang terjatuh, terpuruk, tersandung, atau terkurung dalam jebakan, atau mungkin saja sudah ada yang menemukannya.
Mungkin juga ada yang melepaskannya lagi, untuk mendapatkan tujuan lain.

Tuesday, August 28, 2007

?

emosi manusia dapat diatur layaknya tombol on off atau low high, mungkin kembali ke statement "kontrol emosi". tidak semua manusia dapat melakukannya. biasanya hal tersebut terjadi dengan adanya kontrol dari logika atau ketakutan yang berlebih.
tapi lebih menyenangkan jika emosi terlepas, biarkan hati memeluknya, membawanya ke ekspresi diri.
terima kasih untuk semua teman yang mengajarkan emosi kepadaku, satu poin yang aku sadar, aku merasa "aku hidup". terima kasih untuk cintaku yang membiarkan aku mencintainya dan mencintaiku. aku merasa "benar2 hidup". terima kasih tuhan yang telah mempertemukan kami, terima kasih tuhan yang telah memberikan aku hidup.

pola

Setiap manusia mempunyai suatu pola, emosi mereka, tingkah laku mereka, kata2 mereka, bahkan keputusan2 mereka.
semuanya terpola, layaknya suatu angka yang ditambahkan dengan angka lainnya sehingga menghasilkan angka lainnya, atau memainkan angka2 itu sehingga kembali menjadi angka tersebut. pola...
menjilat penjilat
membunuh pembunuh
bunuh diri
menghasut
menindas
memperkosa
semuanya terpola (atau berpola?mungkin lebih dapat disebut terpola)
mencintai...apakah itu pola? entah, susah dirumuskan, atau rumusnya ialah cinta+cinta=cinta (menurut saya bukan).
ataukah pola itu kembali pada manusia yang berlaku?jadi pola disini hanya suatu pola yang umum. lihat, rasakan, pahami maka mungkin Anda juga telah melihat pola2 itu.

Monday, August 27, 2007

tempat

jiwa dan raga ini mencari tempat
tempat dimana tak ada kepura-puraan untuk menutup diri
tempat dimana diri ini dapat berkata "aku" tanpa hambatan
tempat dimana hati tersenyum membuka

apakah aku sudah menemukan tempat itu?sadarkah aku?
ataukah aku masih mencarinya?ataukah aku harus menciptakannya?
mungkin karena adanya suatu proses maka terjadi suatu kejadian atau hasil
bagaimanapun juga setelah satu gunung terlewati masih ada gunung yang lain yang harus dilewati, entah itu sama tinggi, lebih rendah, atau lebih tinggi. mungkin juga gunung yang sama, toh jika kita telah mengertti konsep dari suatu gunung maka gunung manapun yang akan didaki akan lebih terarah (balik lagi ke personality anda).
pernah terasa diri ini berada pada satu gunung yang sama, satu titik yang sama (stuck), mencoba mencari jalan keluar namun tak ada cahaya terang, merenung...membalikkan badan untuk mengamati tapak-tapak yang tak lekang, menyusuri jejak2, hingga menemukan suatu titik temu, titik yang menjadikan kata "stop" menjadi tak bergerak. terlihat.
walaupun pernah juga titik itu tak terlihat, datanglah seorang sahabat yang membantu membaca jejak2 itu,memaknakan tiap jejak layaknya dukun, menafsir langkah selanjutnya, berdebat mengenai selanjutnya. langkah selanjutnya...yang mana?di mana?ke mana?bagaimana?

mungkin juga ada yang berkata bahwa itulah tingkatan, tingkatan yang harus dilalui satu persatu, sendiri atau bersama, senyum dan tangis, emosi memainkan logika, kesadaraan dibius lamunan.

Friday, August 3, 2007

Word puzzles

Terima kasih

Untuk semua tanda tanya yang menganga
Untuk semua mata yang menatap hina
Untuk semua detik yang menari ria
Untuk semua rasa yang ada
Untuk semua sepi yang hampa

Terima kasih


Waktu

Tak pelak pula kutampis semua curiga
Tak kuasa jua aku menentukan asa
Berhembuslah waktu
Khianatilah aku

Atau

Kau biarkan saja aku bergelimangan senang
Tanpa menatap ke depan
Tak memperhatikan mata harimau menatap tajam
Tak mempedulikan kukunya yang siap mencakar


Malam

Malam...jangan lagi kau khianati aku dengan sepimu
Jangan lagi kau biarkan aku membuka belenggu nafsuku
Jangan lagi kau racaukan otakku
Karena aku hanya akan menyakiti Cintaku

Malam...biarkan aku menemanimu dalam temaram
Biarkan saja aku termanggu menunggu matinya hatiku
Kan kukuburkan ia di relung hati terdalam
Sedalam rasa cinta ini menghanyutkan diriku

Malam..telan aku dalam sepimu
Jangan biarkan aku mencari langit birumu
Jauhkan celah mu
Peluk aku dalam jubah kelammu

Malam! Jangan kau curi rakus ilusiku
Malam! Jangan kau tampar hambar aku dengan egomu
Malam! Jangan kau khianati aku
Malam! Tetaplah bersamaku

Malam...teman ataukah lawan?


Badai

Gemuruh di dada ini tak tertahankan lagi
Bahkan sunyi pun tertunduk olehnya
Ia mengamuk bagaikan badai
Menenggelamkan semua yang ada

Tanya pun menggantung di bibir
’Dapatkah kau menenggelamkan rasa ini’
Belum juga jawab mengalir
Terhenyak sadarku oleh bau anyir
Darah mengalir, sadar menghilang
Nafas mengambang, jiwa melayang

dunia

Dunia…apakah aku terlalu egois?
Apakah aku terlalu naïf?
Jika aku berkata aku ingin hidup bersamanya…

Kau bertanya padaku “Ta, apakah kau membenci lesbi yang menjadi hetero?”, “aku tak tahu aku benci pa tidak, aku hanya membenci manusia yang munafik.

Yah walaupun manusia itu munafik, jika ia tidak munafik maka ia akan mati.

Ha…3x”.

Ia terdiam, “memang kenapa? Kamu mau jadi hetero?” “bukan begitu, aku habis baca novel lesbi yang ngomongin masalah itu” jawabnya.
“pertanyaanku: kamu mau jadi hetero?” tanyaku menekan,
“aku…mau tapi bukan sekarang”
“kapan?”
“aku gak tahu just let the time answer it”
“klasik! Jangan sembunyi dari waktu, mang waktu yang bikin kamu jadi lesbi? Trus dia yang nyembuhin kamu? Trus kalo keburu mati gimana?” jawabku dengan emosi.

Kau hanya terdiam…maaf aku terlalu kasar padamu, tapi kuharap ini terbaik untukmu. Perlahan mulutnya terbuka “ya…aku tahu, tapi gak semudah itu jadi hetero, gak semudah membalikkan telapak tangan, perlu niat, doa dan tindakan. Menjadi hetero bukan berarti suatu saat aku berhenti mencintai kamu, aku bener-bener sayang kamu” “terus…kenapa mau jadi hetero?” pertanyaan bodoh itu keluar dari mulutku, karena ku tahu semua jawaban itu, tapi…aku terlalu mencintai kamu, aku tak ingin melepaskanmu untuk orang lain, bahkan keluargamu.

“ayo pulang” ajakku tanpa menunggu jawabnnya. Kami tahu pertanyaan itu, bagi kami, hanyalah suat pertanyaan retorik.

Kutancap gas motorku, kuantar dirimu ke rumah, rumah dimana terdapat orang-orang yang kau sayangi bahkan rela meninggalkanku demi mereka. Kuantar kau sampai pagar, sebuah suara mengagetkanku “Okta…gak masuk dulu” tubuhku terhenyak mendengar suara itu “gak usah Tante, dah malem, besok aku masuk pagi. Makasih ya Tante, Okta pulang dulu” “hati-hati ya”.
Aku hanya bisa berkata dalam sunyi ‘Maaf Tante, aku hanya ingin mencintai dan dicintai’. Namun tak bisa kusakiti senyum hangat itu, tak bisa kuhapus semua kebaikan itu, karena semua itu, ibumu adalah kebahagianmu.
“Aya, Okta pulang” kataku singkat, ia hanya mengangguk.
Sayangku…aku tahu maksud pertanyaan-pertanyanmu, aku tahu kenapa belakangan ini Ibumu selalu mengajakmu pergi jika aku ingin bertemu denganmu, aku tahu mengapa telepon-teleponku tak disampaikan kepadamu, aku tahu mengapa smsku tak bisa kau balas.

Aku tahu…

Seminggu setelah itu, kau menelponku,
“aku akan menikah” katamu
“selamat” hanya kata-kata itu yang dapat keluar dari mulutku karena tenggorokanku sibuk menahan jeritan hati yang berkoar bagaikan deru mesin jet yang sedang bermanuver.

“Maukah kau bertemu aku, aku mohon” pintamu.
Entah mengapa kuiyakan saja permintaanmu, dari dulu aku selalu lemah terhadap permintaan-permintaanmu.
Kami bertemu di lapangan sepak bola dekat SMP kami dulu, tempat yang bagus untuk membunuh hatiku, pikirku. Lamunanku melayang, jauh ke masa SMP, di mana semua terasa begitu hangat.
“Maaf, aku terlambat” suaramu memecah lamunanku
“he, aku juga baru sampai” jawabku.
“Bohong! Kamu tuh kalo janjian selalu tepat waktu. Bohong kan?!”
“iya…iya…cuma nunggu 20 menit”
“maaf ya Ta” dia memelukku erat.
Sakit…hatiku sangat sakit, kau tahu…rasanya ingin kubawa lari dirimu, ingin rasanya kubiarkan kehangatan ini namun logika segera mneyergap otakku.
“Nanti dilihat orang” kataku dingin, dengan segera ia melepaskan tangannya dari bahuku.
“Maaf, aku…” ia berkata perlahan dengan tatapan tertuju ke bawah.
“Aku mencintai kamu” potongku singkat,
“aku juga, tapi…”
“aku terima semua resiko untuk mencintai kamu, termasuk hal ini”
“maaf, Aya gak bisa buat Ta bahagia”
“Aya bahagia lihat Ibu bahagia?”
“iya…maafin aku…” tangisnya tak terbendung lagi.

Aku tahu…aku tahu kamu.

“Kalau Aya bahagia, aku juga bahagia”.
“Ta masih mau ketemu Aya, masih mau sms Aya, kalo Aya sudah nikah?”
“mungkin bisa, tapi saat itu mungkin aku gak bisa manggil kamu cinta.”
Pertemuan itu berakhir dengan singkat, sangat singkat, karena ibunya menelponnya, menyuruhnya untuk segera pulang karena calon suaminya datang ke rumah. Sangat singkat sesingkat jawabanku untuk menemuimu lagi, setelah kau menikah.

Seharusnya akulah yang meminta maaf saat itu,
maafkan aku,
aku tak jujur padamu.
Aku tak menceritakan Ibumu yang datang ke kantorku dua bulan lalu dan berbicara berdua dengan ku untuk menjauhi dirimu perlahan.
Akulah pembohong dan pengecut, namun aku sama sepertimu aku menyayangi Ibumu seperti ibuku sendiri, dan kebahagiannya ialah kebahagiaanku.
Terima kasih tante yang memberikanku waktu untuk bersamamu,
terima kasih atas semua kebaikan tante.

Setelah kau menikah, Ibumu menelponku “Ta, terima kasih banyak, maafin Tante. Tante tahu kamu mencintai Aya, tapi Tante…Tante pengen lihat Aya menikah, Tante pengen Aya jadi wanita normal, Tante pengen punya cucu. Maafin Tante, Tante egois terhadap kalian berdua. Terima kasih ya Ta, Ta, Aya ikut pindah ke Semarang, ikut Riko (suami Aya). Ta mau ketemu Aya lagi?” suara Tante parau terselimuti tangis.

Mendengar tawaran Tante, aku…aku merasa…entah semua rasa bercampur di hatiku “Ndak usah Tante, saya besok sudah mau pindah ke Medan, salam buat Aya dan Riko ya Tante. Tante…terima kasih” setelah mengucapkan salam aku menutup telepon.

Hening…dunia hening… telingaku tertutup dari kebisingan dunia, hanya terdengar hembusan kesepian. Dalam sepiku kubaca kembali sms-sms dari mu, yang kau kirim dua tahun yang lalu..

17.05.05
I hope so.i still want 2 spend my live with u…if its possible.the future is unseen & unpredictable. Hope, we can face the future together …with love in our heart.

17.05.05
Everything seems impossible for me. I’m the one & the only hope 4 my parents. I’ll be hard. I must b responsible. But, I love u…how can I let u go?

17.05.05
I must ready 2 get hurt..loosing someone, I love. Though this world tears us apart. We’re still together In my heart. I want the world 2 hear my cry & even I have to die.Maaf jd kmana2. Kgn…

Saturday, July 28, 2007

aku manusia lemah

hanya manusia lemah yang mengemis untuk dikasihani
menempatkan diri menjadi penderita
hingga menunggu seorang melihat iba

menanti uluran tangan untuk datang
menunggu tamparan yang terasa nanar
menggapai mimpi dengan mimpi
membual kata melempar asa

seribu kata memagari diri
menjaga hati dari realita yang terjadi
menutup telinga
menutup mata
fakta adalah bahaya

seperti itukah diriku...
jika ia...maka...aku manusia lemah

saat kata tak berarti

diam...
hanya hal itu yang dapat kulakukan
mulut ini telah tertutup rapat
hati ini telah terkunci rapat
bahkan otak ini ikut terdiam

terkurung dalam suatu sangkar kestatis-an

lelah...
serasa seluruh sel dalam tubuh melawan kemauan
merengek untuk terbujur kaku

oksigen pun tak terasa terhirup

aku ingin hidup

aku ingin melangkah

Friday, July 13, 2007

takut

ketakutan...

kata ini akhir2 ini mengisi terus pikiranku
ketakutan akan masuk neraka (he...wajar aja ya)
ketakutan akan mencari pekerjaan
ketakutan akan 'kondisi keluargaku'
ketakutan akan kehilangan dirimu
ketakutan akan kehilangan sahabat2ku
ketakutan akan diriku
ketakutan akan badan bobrokku
ketakutan akan kata2 dokter gila
ketakutan akan masa depan
ketakutan akan hal yang tak bisa kuprediksi
ketakutan akan penyesalan

apakah aku paranoid...

'ketakutan hanya akan mengurangi kekuatanmu'
walaupun aku akan 'hilang' aku tak mau menyesal
maaf aku memang seorang yang egois
maaf aku tak peduli lagi dengan semua kata2 yang membuat ketakutanku bertambah
aku hanya ingin menjalani hidup ini dengan caraku karena ini keputusanku (tanpa mengurangi rasa cipta pada Allah)
aku tak perlu lagi membesar2kan ketakutan2ku, maju dan maju...
tak peduli apa yang akan terjadi di masa depan, karena saat ini keputusan ada di tanganku (tanpa mengurangi rasa kuasa pada Allah)

satu kata menusuk hati

akhir-akhir ini aku mengikuti blog sepoci kopi, aku membaca sebuah blog yang becerita 'coming out' sebenarnya gak perlu. dulu aku merasa 'coming out' itu perlu, karena aku ingin dilihat dengan apa adanya aku, aku ingin menjadi teman dengan apa adanya aku, aku menjadi seseorang tanpa harus menyembunyikan 'diriku', aku tak mau berbohong dengan sahabat. aku hanya ingin aku sebagai diriku dilihat apa adanya.

aku 'coming out'
aku melakukannya pada orang yang kusayangi
pada ketiga sahabat...tpi nampaknya aku membuat kesalahan...maaf terkadang aku merasa lebih baik kalian tidak mengetahui aku yang sejujurnya. tapi maaf aku hanya ingin dilihat sejujurnya.
aku manusia normal yang ingin mencintai dan dicintai. aku sudah tak kuasa menahan rasa 'lebih baik tak dicintai', karena aku ingin mencintai dan dicintai.
hal yang paling membuatku bingung ialah 'kenapa aku tak coming out dengan keluarga ku'. toh walaupun tak melakukannya...

aku bosan dengan pandangan mata ayahku yang melihatku dengan jijik, atau berpura-pura segala halnya biasa saja, aku tak mau melihat pandangan ibuku yang menatapku dengan pandangan kasihan, aku lelah mendengar kata-kata keluargaku yang menganggap aku seperti orang gila.

dulu aku benci mencintai karena bila aku mencintai, aku akan mencintai wanita. namun aku manusia normal yang ingin dicintai dan mecintai. terlalu besarkah keinginanku sehingga mereka memperlakukanku seperti orang gila?

terima kasih untuk sahabat yang selalu mendengar keluh kesahku, maap jika hal ini membuatmu bosan, tapi sungguh merasa didengar membuatku bahagia, karena aku tak bisa berbicara banyak dan tak ada yang mau mendengarku.

terima kasih untuk temanku yang selalu berusaha menjadikanku wanita hetero, namun aku ialah aku. terima kasih untuk kepura-puraan dirimu.

Monday, July 2, 2007

jadi inget...
dulu temen gw pernah nanya "kok lo bisa jd begini, lo pernah disakitin cowok y?" "pernah trauma ma cowok?" "kok lo bisa begini?asal mulanya gimana?"

gw cuma bs jawab
"gw juga gak tahu, yang gw tahu gw gak bisa mencintai seorang pria, bahkan gak bisa terangsang ma pria"

Emosi

emosi...
kenapa kau menguasaiku
menjerat bagaikan benalu
walaupun ku mengerang...tetap saja kau tak mau melepaskanku

selalu muncul pertanyaan mengenaimu, namun tetap saja saat kita bertemu aku takut untuk menanyakannya.
aku takut kau akan meninggalkanku...seperti dulu...

"mengapa dulu kau gantungkan aku?"
"mengapa dulu kau telantarkan aku?"
"mengapa dulu kau tak pernah membalas smsku?"
"mengapa dulu kau tak pernah mau bertemu denganku?"
seakan sejuta alasanmu untuk menghindari ku...

saat itu kupikir kau telah 'berubah' maka ...aku menjauh darimu
walaupun aku tak bisa, tetap saja ku misscall dirimu, aku memang lemah terhadapmu.

sekarang saat kau kembali padaku...(entah kemana semua rasa sakit hatiku, harga diriku, kebencianku padamu...rasa sayangku padamu mengalahkan semua perasaan itu)...kusambut kembali dirimu.

dan...

kembali, pertanyaan-pertanyaan menggantung di rongga mulutku
pikiranku salah,
namun jika kau belum 'berubah' saat itu,
mengapa kau mencintai wanita lain...kenapa bukan aku.
kenapa baru sekarang kau datang padaku?
telah usaikah kisah cinta kalian sehingga aku hanyalah 'penggantinya'.
tak apa...
karena aku sangat menyayangimu dan aku takut kehilanganmu lagi.

padahal semuanya belum tentu seperti yang ada dipikiranku, mungkin akan lebih jelas jika aku menanyainya...
namun apakah ia tidak berbohong padaku?

aku pengecut.

Tuesday, June 26, 2007

Takut

entah mengapa segala kegalauanku hilang saat kau sandarkan kepalaku di dadamu
damai...
hangat tubuhmu menyelimuti rasa takutku
hangat tanganmu menyapu kegundahanku
namun...saat itu juga rasa takut yang baru, muncul di hatiku
aku takut...takut...amat takut kehilanganmu...

malam itu kau berkata "jika kau takut kehilangan diriku maka jangan mencintai aku"
aku hanya dapat berkata "aku lebih takut jika tidak mencintaimu"

Tuesday, May 22, 2007

.....a....

berdamai dengan Allah
kuputuskan, aku berdamai dengan Allah
entah mengapa semakin aku berusaha untuk kembali...aku...
aku merasa...ingin mati...
aku berdosa
oleh karena itu aku berdamai dengan Mu
dan menjadi diriku apa adanya
menerima diriku...memberi kekuatan hidup untukku...tak perlu lari lagi
atau bahkan bersembunyi di balik selimut Mu

jika seseorang bertanya kenapa aku ada, bolehkah akau menjawab 'karena kebesaran dan kekuasaan Mu'

aku...membaca sebuah jurnal dan blog yang berpikir sama dengan ku...

karena INAH 3 kami diciptakan lebih kecil daripada umumnya

Monday, April 30, 2007

Have you ever love someone?

Have you ever love someone?

Mencintai dia dengan setulus cinta yang kau punya, Namun kau tahu, kau tak kan bisa memiliki dia, kau tak kan bisa menikahi dia.

Dia yang membuat hidup ku terasa hidup.
Dia yang selalu membuat hatiku tersenyum.
Dia yang membuat air mata mengalir tanpa suara…

Salahkah aku jika aku ingin memiliki dia? Menikahinya? Hidup bersamanya? Seperti layaknya mereka....

Kenapa aku dilahirkan dalam kondisi seperti ini?
Kenapa aku dipertemukan dalam kondisi seperti ini?

Namun aku tak pernah menyesali pertemuan kita
Aku tak menyesali cinta ini
Aku hanya menyesali kondisi....

Saturday, March 3, 2007

Sepi


gema kesepian terus menghatuiku

menelusuri setiap sel hati

layaknya sel kanker

menyebar ke seluruh tubuhku


angin menyelimuti epitel

darah mengalir perlahan

jantung berkontraksi-relaksasi

hati mebakar jiwa


rnviktigh ritghirghieiteij ojgrgujppeiojjfjs,j

...Sunyi...

aku mengunci mulutku dengan diamku
aku menghilangkan tatapan dengan lamunanku
aku membunuh emosi dengan dendamku
aku...apakah aku wanita?
wanita? apakah kau manusia?
manusia apakah engkau?
siapakah 'engkau'?
kesunyian akan terusik oleh tatapan mata
yang membakar hati, seketika
seketika jua ia menghilang
meninggalkan dendam...
sakit hati yang tak terelakkan...
kesunyian...selamat datang kembali

Friday, March 2, 2007

Tititk

di satu titik, di mana tak ada lagi semangat
ku ingin akan ada teman yang akan mengingatkanku, tentang apa artinya perjuangan untuk tujuan
aku ingin ada bahu tempatku bersandar
aku ingin ada suara yang menenangkan
aku ingin ada seseorang untuk menemaniku...

mungkinkah...

titik itu...diam-diam mengintaiku...
awalnya ia hanya satu titik tak tergubris namun kini...titik itu seperti satu bola raksasa yang membayangiku
perlahan-lahan ia membesar

Saturday, February 10, 2007

ilmu itu mahal

gila...gw harus nyari daftar acuan yang perfect! tapi pas dapet harganya 32 dolar Amrik!!!gila apa!!!ya..wajar sih namanya juga hasil pemikiran dan kerja keras orang lain. tapi, gimana mau maju, beli jurnal saja aku tak mampu!!
tambah lagi dengan orang2 yang memandang diri kita dengan semau mata dan otak dengkul mereka, jangan suka nilai orang dari penampilannya deh, eneg tau!!!
percuma disekolahin tinggi2 tapi gak ngerti hal2 yang dasar!!
emang dasar manusia!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!




badan gw dah mulai sakit2 lagi, apalagi tulang belikat n bahu gw.....KUAFTW^Yfdse FBVG5H57H7IU8INBIKLP';[07857GT H HYT HYJUHJ JEFDSWDEasDewfedeftgy





















la,smxlwqm

Thursday, February 8, 2007

trus...


hidup itu ternyata gak selalu berjalan...suatu saat akan ada momen di mana saya merasa waktu berhenti...
apakah semua orang mengalaminya?
suatu aliran waktu yang mengalir...biru dalam dunia yang hitam...

yo....

ayam bakar...
kero bakar...
mokona bakar...
bakar...
bakar....

cumicumibakar

cumi cumi bakar....
sotong bakar....