Terduduk jatuh tertampar realita
Menunduk keluh merana
Mengutuk dahaga akan bahagia
Hina memangsa raga
Adeliana...
Sentuhanmu meniti syaraf
Melelehkan setiap lelah
Rimamu mengukir i’tiraf
Melumat setiap ranah
Adeliana...
Tawamu membungkam lara
Walau luka mu menganga
Senyummu merubuhkan dera
Walau derita mu meraba
Sayangku Adeliana....
Kau berkata bahwa bulan rindu akan mataku
Mataku yang selalu memantulkan keindahan dirinya
Hingga kau memanggut cemburu mesra pandanganku
Merenggut karam dindingnya
Sayangku Adeliana...
Tak perlu lagi aku memandang lekat bulan
Karena kaulah malam
Sayangku Adeliana...
Terima kasih telah datang dalam lembaran hidup ku, sekali lagi...
No comments:
Post a Comment