Gan...saya jual gratis cepen, klo ada yang mau baca, silahken wae di download
Seperti biasa quote nya :
cerita ini merupakan cerita fiktif belaka, adapun pengalaman2 dari teman dan juga diri saya yang di ramu dengan karbohidrat dan protein, sehingga menjadi cerpen ini.
http://www.ziddu.com/download/13981729/ourlittlejourney.pdf.html
Blog ini merupakan turahan 'penat otak' agar kewarasan saya tidak meretak. Beberapa post dalam blog ini merupakan cerita Fiksi, yang telah saya gabungkan dalam cerpen 'Our little journey'.
Sunday, February 27, 2011
Saturday, February 26, 2011
Shoreline...
Can you believe that the crew has gone and they wouldn’t let me sign on
All my islands have sunk in the deep, so I can hardly relax or even oversleep
But I feel warm with your hand, in mine, when we walk along the shoreline
I guess we'll never know why sparrows love the snow
We’ll turn out all of the lights and set this ballroom aglow
So tell me darling, do you wish we’d fall in love?
Owl city-The salt water room
*maap yang, settingan tanggalnya salah...
Walau ke seberang pulau...pasti kan ku seberangi
Gemuruh ombak menyelimuti kesunyian
Terselubung tipis dalam bisikan
Panas membakar kerinduan
Terhimpit dalam kenyataan
Tak kuasa diri mengekang jiwa
'Tuk memeluk sang dewi jelita
Tak kuasa mulut membungkam asa
'Tuk merengkuh sang pencair derita
Sayangku nantikan aku di pelabuhan
Raga ku mengenggam buncah akan pelukan
Sayangku berikan aku senyuman
Hati ku mengekang erat akan kecupan
Sayangku Adeliana...
Kau-lah pemegang kunci hati ku
Terselubung tipis dalam bisikan
Panas membakar kerinduan
Terhimpit dalam kenyataan
Tak kuasa diri mengekang jiwa
'Tuk memeluk sang dewi jelita
Tak kuasa mulut membungkam asa
'Tuk merengkuh sang pencair derita
Sayangku nantikan aku di pelabuhan
Raga ku mengenggam buncah akan pelukan
Sayangku berikan aku senyuman
Hati ku mengekang erat akan kecupan
Sayangku Adeliana...
Kau-lah pemegang kunci hati ku
Valentine vs Alasan
"Saat bersama kamu...selalu berasa valentine" Adeliana mengucapkan untaian kalimat terindah yang kudengar bulan Februari ini.
Bagaimana tidak? Semua rencana kami, untuk menghabiskan liburan bersama dari hari sabtu hingga hari selasa, hancur berantakan karena kantor ku mengadakan outbond.
Aku tak percaya Valentine...menurutku hari valentine hanyalah suatu even, yang memang diperlukan, oleh manusia pada umumnya. Mengapa? Karena terkadang kita selalu memerlukan alasan untuk melakukan sesuatu.
Tanpa sadar, kiita memerlukan even tersebut sebagai sebuah alasan, agar tidak terlihat aneh (padahal jika ditilik kembali, hal manakah yang lebih aneh?).
Maafkan aku sayang, aku tak memberikanmu cokelat
Maafkan aku sayang, aku tak mengirimkanmu bunga
Maafkan aku sayang, aku tak me-maketkan sebuah boneka teddy bear berwana pink
Maafkan aku sayang, aku bahkan tak mengucapkan selamat hari valentine
Maafkan aku sayang, aku kurang hangat dan kurang romantis...
Bagiku, tak perlu sebuah hari yang bernama valentine untuk menjadikan pembuktian rasa sayangku kepada mu menjadi nyata.
Sayang...bantu aku untuk menjadikan resolusi kita menjadi kenyataan.
Friday, February 25, 2011
Saat Cumi jadi Kambing
Aku kira dengan pemanggilan kami (4 ekor kambing kurban) ke dalam ruang wakil bos I- rumah pemotongan hewan kurban, akan menjadikan kami 100% kambing kurban yang akan mati...namun rumput tak selalu hijau kambing!
Di sebuah pulau yang terisolir oleh harga dirinya terdapat rumah pemotongan hewan kurban (RPHK). RPHK tersebut tak peduli jenis atau syarat seperti apa yang harus dipenuhi untuk kambing kurban. Mereka hanya peduli, jika mereka memotong banyak hewan kurban, maka harga diri mereka akan melejit.
RPHK tersebut menobatkan 4 ekor kambing untuk kurban : O, K, A dan V.
O dan K memang kambing yang sejak awal akan dinobatkan menjadi kambing kurban. Mereka hanyalah kambing yang baru datang ke rumah pemotongan hewan, mereka tak mengerti apa2. mereka hanya terdoktrin 'mati untuk orang yang layak'.
A...A hanyalah seekor kambing betina tua yang dikorbankan agar kambing kesayangan bos, yang sebenarnya layak dikurbankan, tidak mati tahun ini.
V...berbeda dengan O dan K..bahkan A, V sangat ingin menjadi kambing kurban, karena itulah cita2nya masuk ke dalam rumah jagal ini. Lagipula, V telah lama mengabdi pada rumah jagal ini, sehingga menurut semua kambing di tempat tersebut, patutlah ia untuk dikurbankan tahun ini.
Wakil bos I : "yak, jadi kalian bersiap2 untuk dikurbankan pada bulan x"
O dan K : "ya bos"
A : [terdiam....]
V : "Bos...berat saya belum mencukupi"
Wakil bos : "tenang saja, nanti saya masukkan kamu ke dalam program penggemukan badan"
V : [tersenyum penuh harap]
Saat seminggu sebelum program penggemukkan badan dimulai...
Staff pengatur pen-jagal-an : "untuk tahun ini yang akan dimasukkan ke dalam program penggemukkan badan adalah kambing R"
Suara embik riuh mengisi partikel udara yang panas lekat di dalam kandang
Wakil Bos I ingkar janji
O dan K...terdiam, mereka telah mendengar bisikan2
'Kau dikurbankan, karena kambing yang lain takut mati'
'Kau dikurbankan, karena kalian menyeramkan. Kalian mengancam keeksistensian dari kambing kesayangan bos'
'Kau dikurbankan, karena kalian dapat memicu kerisuhan jika dibiarkan'
'Sebelum kalian mengubah sistem RPHK ini, maka kalian harus dikurbankan dari sekarang'
Kambing V, tertunduk lesu...menunggu datangnya kesempatan tahun berikutnya.
'Wakil bos I sudah menyatakan pendapatnya, namun ia kalah oleh wakil bos II...'
'Kambing R mempunyai persengkongkolan dengan wakil bos III...'
'Wakil bos II dan III merupakan teman dekat'
'Bos besar nampaknya ter-angguk oleh Wakil bos II'
'Wakil bos II merupakan sahabat pemegang wewenang keberadaan RPHK di pulau ini'
'Wakil bos I...menyelamatkaan dirinya sendiri'
Sementara kambing A, tertunduk geram...mengutuk datangnya-kesempatan dirinya di tahun ini.
'Wakil bos I menunjuknya karena bos besar tak mau kambing kesayangan tempatnya menyusu, mati'
'Wakil bos I menunjuknya karena tak mau kambing kesanyangan, yang selalu membajak sawahnya, mati'
'Wakil bos I menunjuknya karena wakil bos II tak mau kambing kesayangan yang selalu menarik delman-nya, mati'
'Walaupun kambing A merupakan anak buah Wakil bos III, namun nyatanya para wakil bos juga seekor kambing'
Di sebuah pulau yang terisolir oleh harga dirinya terdapat rumah pemotongan hewan kurban (RPHK). RPHK tersebut tak peduli jenis atau syarat seperti apa yang harus dipenuhi untuk kambing kurban. Mereka hanya peduli, jika mereka memotong banyak hewan kurban, maka harga diri mereka akan melejit.
RPHK tersebut menobatkan 4 ekor kambing untuk kurban : O, K, A dan V.
O dan K memang kambing yang sejak awal akan dinobatkan menjadi kambing kurban. Mereka hanyalah kambing yang baru datang ke rumah pemotongan hewan, mereka tak mengerti apa2. mereka hanya terdoktrin 'mati untuk orang yang layak'.
A...A hanyalah seekor kambing betina tua yang dikorbankan agar kambing kesayangan bos, yang sebenarnya layak dikurbankan, tidak mati tahun ini.
V...berbeda dengan O dan K..bahkan A, V sangat ingin menjadi kambing kurban, karena itulah cita2nya masuk ke dalam rumah jagal ini. Lagipula, V telah lama mengabdi pada rumah jagal ini, sehingga menurut semua kambing di tempat tersebut, patutlah ia untuk dikurbankan tahun ini.
Wakil bos I : "yak, jadi kalian bersiap2 untuk dikurbankan pada bulan x"
O dan K : "ya bos"
A : [terdiam....]
V : "Bos...berat saya belum mencukupi"
Wakil bos : "tenang saja, nanti saya masukkan kamu ke dalam program penggemukan badan"
V : [tersenyum penuh harap]
Saat seminggu sebelum program penggemukkan badan dimulai...
Staff pengatur pen-jagal-an : "untuk tahun ini yang akan dimasukkan ke dalam program penggemukkan badan adalah kambing R"
Suara embik riuh mengisi partikel udara yang panas lekat di dalam kandang
Wakil Bos I ingkar janji
O dan K...terdiam, mereka telah mendengar bisikan2
'Kau dikurbankan, karena kambing yang lain takut mati'
'Kau dikurbankan, karena kalian menyeramkan. Kalian mengancam keeksistensian dari kambing kesayangan bos'
'Kau dikurbankan, karena kalian dapat memicu kerisuhan jika dibiarkan'
'Sebelum kalian mengubah sistem RPHK ini, maka kalian harus dikurbankan dari sekarang'
Kambing V, tertunduk lesu...menunggu datangnya kesempatan tahun berikutnya.
'Wakil bos I sudah menyatakan pendapatnya, namun ia kalah oleh wakil bos II...'
'Kambing R mempunyai persengkongkolan dengan wakil bos III...'
'Wakil bos II dan III merupakan teman dekat'
'Bos besar nampaknya ter-angguk oleh Wakil bos II'
'Wakil bos II merupakan sahabat pemegang wewenang keberadaan RPHK di pulau ini'
'Wakil bos I...menyelamatkaan dirinya sendiri'
Sementara kambing A, tertunduk geram...mengutuk datangnya-kesempatan dirinya di tahun ini.
'Wakil bos I menunjuknya karena bos besar tak mau kambing kesayangan tempatnya menyusu, mati'
'Wakil bos I menunjuknya karena tak mau kambing kesanyangan, yang selalu membajak sawahnya, mati'
'Wakil bos I menunjuknya karena wakil bos II tak mau kambing kesayangan yang selalu menarik delman-nya, mati'
'Walaupun kambing A merupakan anak buah Wakil bos III, namun nyatanya para wakil bos juga seekor kambing'
Thursday, February 24, 2011
Sir...my eyes on my head! not on my boob!!
Like my routine morning rhythm, i wake up with back pain...yeah...its torturing me everyday, then take a bath-make up-get dress-another little touch up of make up..he3.
7:20..my alarm beeps with song of give up the grudge by GOB..
its like the yelling of youth in the morning (like I'm a granny huh..).
Arrived at 7:28, i stand up on finger print box,
"Pagi Mbak Okta" said Mr. S (he's my boss)
"Selamat pagi Pak..."
I don't like have chit chat on there, so i make excuse to Mr. S then back to my cage (my laboratorium).
Another of my routine morning rhythm task...cleaning my desk, sterilization my 'sterile room', and prepare the log book.
Accidentally, my log book fall off.
Ok...bad sign! ha3
When i trying to collecting them all, i heard a teasing voice from behind
"Aduh..jatuh..." as Mr. S said
O ho....i know that teasing intonation of yours
Then he approach me, make a silly smile..(u know like 'a boy want to have sex with u' smile...A Ha...like that)
One thing i like from him, he's a 'handsome-gorgeous-still young but already become boss' married man (ha3.. i know..too much to become one).
But, therefore so much i don't like about him, he tackling me when i get closer to big boss (such a competitive but afraid of loosing the game). i still remember how he warned me about my 'game'. Hello Sir...i learned from u!
"Bagaimana kerjaan mbak okta?"
"Baik pak, lancar2 saja"
"Baguslah...bagaimana mas R (my junior)"
"Ya, sedang saya upgrade pak, jadi jika nanti saya tidak ada di lab, mas R dapat menangani sampel"
Like another human being when talk to their boss, i look straight at his eye with modesty,but...i don't know where his eye at...
One...
Ops...again
Two...
He...again
Three...
Ok...
Four...
Alright...enough Sir...i'm just too tired to count how many times ur eye staring at my boob.
7:20..my alarm beeps with song of give up the grudge by GOB..
its like the yelling of youth in the morning (like I'm a granny huh..).
Arrived at 7:28, i stand up on finger print box,
"Pagi Mbak Okta" said Mr. S (he's my boss)
"Selamat pagi Pak..."
I don't like have chit chat on there, so i make excuse to Mr. S then back to my cage (my laboratorium).
Another of my routine morning rhythm task...cleaning my desk, sterilization my 'sterile room', and prepare the log book.
Accidentally, my log book fall off.
Ok...bad sign! ha3
When i trying to collecting them all, i heard a teasing voice from behind
"Aduh..jatuh..." as Mr. S said
O ho....i know that teasing intonation of yours
Then he approach me, make a silly smile..(u know like 'a boy want to have sex with u' smile...A Ha...like that)
One thing i like from him, he's a 'handsome-gorgeous-still young but already become boss' married man (ha3.. i know..too much to become one).
But, therefore so much i don't like about him, he tackling me when i get closer to big boss (such a competitive but afraid of loosing the game). i still remember how he warned me about my 'game'. Hello Sir...i learned from u!
"Bagaimana kerjaan mbak okta?"
"Baik pak, lancar2 saja"
"Baguslah...bagaimana mas R (my junior)"
"Ya, sedang saya upgrade pak, jadi jika nanti saya tidak ada di lab, mas R dapat menangani sampel"
Like another human being when talk to their boss, i look straight at his eye with modesty,but...i don't know where his eye at...
One...
Ops...again
Two...
He...again
Three...
Ok...
Four...
Alright...enough Sir...i'm just too tired to count how many times ur eye staring at my boob.
Friday, February 4, 2011
Belenggu Jemari
Dia...
Menjambak rakus halusinasi
Melemparnya bagai seonggok nasi basi
Menyelimutinya dengan luapan saliva
Menyerbunya dengan padanan kata menikam hati
Membenamkannya ke bumi dengan telapak kaki
Dia...
Menampik eksistansi mimpi
Merobeknya dengan iringan senandung caci
Memandikannya dengan percikan anyir melati
Menyulutnya dengan kobaran nafsi
Meleburnya dalam kemurkaan api
Dia....
Menjambak rakus halusinasi
Melemparnya bagai seonggok nasi basi
Menyelimutinya dengan luapan saliva
Menyerbunya dengan padanan kata menikam hati
Membenamkannya ke bumi dengan telapak kaki
Dia...
Menampik eksistansi mimpi
Merobeknya dengan iringan senandung caci
Memandikannya dengan percikan anyir melati
Menyulutnya dengan kobaran nafsi
Meleburnya dalam kemurkaan api
Dia....
Subscribe to:
Comments (Atom)