"Saat bersama kamu...selalu berasa valentine" Adeliana mengucapkan untaian kalimat terindah yang kudengar bulan Februari ini.
Bagaimana tidak? Semua rencana kami, untuk menghabiskan liburan bersama dari hari sabtu hingga hari selasa, hancur berantakan karena kantor ku mengadakan outbond.
Aku tak percaya Valentine...menurutku hari valentine hanyalah suatu even, yang memang diperlukan, oleh manusia pada umumnya. Mengapa? Karena terkadang kita selalu memerlukan alasan untuk melakukan sesuatu.
Tanpa sadar, kiita memerlukan even tersebut sebagai sebuah alasan, agar tidak terlihat aneh (padahal jika ditilik kembali, hal manakah yang lebih aneh?).
Maafkan aku sayang, aku tak memberikanmu cokelat
Maafkan aku sayang, aku tak mengirimkanmu bunga
Maafkan aku sayang, aku tak me-maketkan sebuah boneka teddy bear berwana pink
Maafkan aku sayang, aku bahkan tak mengucapkan selamat hari valentine
Maafkan aku sayang, aku kurang hangat dan kurang romantis...
Bagiku, tak perlu sebuah hari yang bernama valentine untuk menjadikan pembuktian rasa sayangku kepada mu menjadi nyata.
Sayang...bantu aku untuk menjadikan resolusi kita menjadi kenyataan.
No comments:
Post a Comment