Jadi inget, dulu kalo masih d seragam putih abu2, klo ada satu orang yang dibenci ma satu orang..pasti bisa jadi ujung2nya dibenci ma satu geng.
Dan sekarang, klo ngeliat hal serupa, pasti komennya 'maklum masih SMA....'
Nyatanya, hal kayak gitu juga umum ditemukan pada ibu2 arisan (komen umumnya 'maklum emak2...'), geng nongkrong, temen2 kuliah, temen2 kerja, dan...ya anggap saja pada suatu grup lainnya yang tidak bisa di bleberkan semuanya..
Klo ditilik balik mah, padahal tuh orang yang dikucilkan gak segitu2 amat nyebelinnya.
Trus...apakah begitu mudahnya seseorang dihasut?
Atau, ringkihnya rasa tegas?
Atau takut gak ditemenin?
Atau...inikah cara sosialitas 'menghukum' minoritas?
(ya...walaupun ada beberapa orang yang bisa tidak selaras antara pemikiran dengan tindakan..)
Inget, pandangan mayoritas tak selalu 100% absolut benar dan mutlak.
lalu..berani jadi minoritas?
Hm... sebelum 'mencungkil' neuron2 yang ada di otak
Saya jadi berpikir, sebegitu mudahnya-kah men-sugesti seseorang...
Atau
Sebegitu mudahnya-kah sugesti itu menular
Atau
Sebegitu tidak resistennya-kah seseorang terhadap sugesti
MarKiNgKet...
No comments:
Post a Comment